Kepada umat Islam kami minta untuk bersyukur atas ditetapkannya tanggal 22 Oktober sebagai Hari Santri Nasional, momentum #HariSantri sebagai langkah menguak kembali perjuangan para santri, kiai dan para ulama di tanah air dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan. Kirab resolusi jihad merupakan langkah untuk membangkitkan kembali nasionalisme berdasarkan Pancasila dan dibackup oleh agama. Kegiatan tersebut sekaligus untuk mengingatkan kembali bagaimana peran santri dalam memperjuangkan kemerdekaan. Sementara kita, silahkan dijawab masing-masing dalam hati, sejauh mana peran kita dalam mengisi kemerdekaan. Sebagai penerus bangsa, mengisi dan mempertahankan kemerdekaan menjadi tugas utama kita. Karena mengisi dan mempertahankan kemerdekaan merupakan amanat dari leluhur dan para pejuang bangsa. Apakah kita akan mengecewakan leluhur bangsa karena tidak mengisi kemerdekaan ini?. Silahkan dijawab masing-masing di hati saja, tidak perlu bicara namun buktikan langkah kita untuk mengisi kemerdekaan. Kita tidak perlu teriak-teriak, akan tetapi harus dibuktikan dengan aksi nyata kontribusi kita sebagai generasi penerus perjuangan bangsa. Jangan sampai kita mengecewakan para pejuang yang dengan tulus ikhlas dan itu harus ada tindakan bukan cukup diomongkan, serta mengisi kemerdekaan ini dengan semangat menjaga keutuhan NKRI dan itulah bentuk rasa syukur yang harus kita wujudkan atas ditetapkannya tanggal 22 Oktober sebagai Hari Santri Nasional,”
– Maulana Habib Muhammad Luthfi bin Yahya Pekalongan, Rais Aam Idaroh Aliyah Jam’iyyah Ahli Thariqah Al-Mu’tabarah An-Nahdliyyah (JATMAN), 21 Oktober 2015.
Hari ini 22 Oktober 2015 Presiden RI akan deklarasikan #HariSantri di Masjid Istiqlal, Jakarta, pada pukul 13.00 WIB. #HariSantri dilatarbelakangi Resolusi Jihad untuk melawan penindasan yang menghalangi terwujudnya negara bersatu, berdaulat, adil, dan makmur. Selain bentuk pengakuan dan apresiasi negara, penetapan #HariSantri adalah peneguhan tanggungjawab kalangan santri atas Indonesia kita. Islam ala santri merujuk pada metode dakwah bumikan akulturasi budaya, penyelarasan konteks waktu-tempat, kemaslahatan bersama. Santri dimaknai sebagai umat Islam Indonesia yang mengamalkan Islam sesuai konteksnya dalam hidup berbangsa dan bernegara di Indonesia,”
– Lukman Hakim Saifuddin, Menteri Agama Republik Indonesia, 22 Oktober 2015.
NETIZEN RAYAKAN #HARISANTRI 22 OKTOBER
Berikut adalah sedikit kumpulan berbagai ungkapan dan ucapan kegemberian para Netizen dalam menyambut #HariSantri 22 Oktober baik melalui Youtube, Twitter, Facebook, maupun Instagram.

 
Top